Masihkah Kalian ingat....

"Cerita Gadis Kacang Ijo di Areal Camp PUSDIKLAT 2012"


Pukul 2 pagi mungkin saat itu ak dan teman-teman terbangun . Kami terbangun bukan karena tidak bisa tidur tpi karena terbangun saat mendengar suara panitia PUSDIKLAT yang berteriak keras dengan penuh rasa amarah ke kamar kami. Bagaimana kami tidak terbangun ? suara itu sangat keras. “woe cepat..,bangun..,bangun..,keluar cepat..!!!” kata salah satu sillid bang . Kami berjalan dengan penuh rasa  kegelisahan dalam kegelapan. Semua peserta bercepat cepatan untuk sampai di lapangan dan langsung berbaris sesuai kelompok mereka masing-masing.

“kamu maju..,kamu maju..,kamu maju.. !” kata salah satu panitia. Mereka yang tidak menggunakan baju tidur atau baju rumah akan di suruh maju ke depan. Terdengar jelas semua suara-suara itu , mulai dari tangisan peserta,amarah panitia,tawa panitia semua sangat jelas kami rasakan. Semua yang tertangkap sedang tidak menggunakan baju tidur atau yang menggunakan sepatu segara diberitahukan untuk menerima hukuman , mereka harus push up dengan hitungan panitia . Jangan menangis,hanya itu kunci agar kami tidak pulang.

Saat saya melihat teman-teman saya terhukum ad 1 silid bank yang memanggil saya dan 2 teman saya lainnya. Sampai di hadapan mereka kami bertiga langsung dibentak,dihukum,diceramahi. Apa ? aku dan kedua teman ku benar-benar tak menyangka bahwa kami bertiga dituduh menggoda salah satu senior kami. “perempuan ganjen” kata slah satu silid bank dengan nada membentak. Jujur saat itu ak ingin menentangnya,aku ingin berkata yang sebenarnya terjadi,tpi apa daya jika kami membela diri malah hukuman yang kami dapat.Kami tidak ad menggoda kak wisnu namun saat makan pagi itu , kak wisnu bertanya kepada kami :”kuat dik ?” kami spontan menjawab “siap kak,tidak kuat,kalau kami makan rasanya makanannya ingin keluar lgi”. Kak wisnu pun kembali menjawab :”ya udh habisin aj,dari pada kalian dihukum”. Apakah itu yang nama nya menggoda ? dalam hati q tak menerima tuduhan itu sama sekali. Setelah silid bank pergi kami pikir penderitaan kami akan berakhir pada malam itu,namun malang nasib kami tiba-tiba datanglah kak ade maheswari selaku sie konsumsi dan kak anggara selaku sie perlengkapan. Dari kak ade kami hanya mendapatkan bentakan yang menurut saya pantas saya dapatkan karena lambat menghabisi kacang ijo.Saat kak anggara memberi komentar,mungkin dewi keberuntungan tidak berpihak kepada ku. Aku diomeli habis-habisan dibentak-bentak gara-gara hanya sebuah piring plastik.Spontan karena saking kerasnya suara kak anggara membentak ku akhirnya panitia yang lainnya pun ikut mendekat dan membentak ku habis-habisan.

Ingin melawan tapi apa daya biarpun saya membela diri habis-habisan hasil nya pasti akan sama,panitia yang selalu benar. Sampai air mata ku tidak bisa dibenung lagi,akhirnya air mata ku pun menetes juga.Saat itu juga aku langsung disuruh mengambil tas untuk pulang.Dengan segera saya pun masuk ke kamar untuk mengambil tas,namun naas di depan kamar aku bertemu dengan kak DP,kak DP langsung bertanya kepada saya :”mw ngapaind ?” spontan saya menjawab dengan nada rilih karena air mata saya msih menggenang “siap,di suruh ngambil tas kak di suruh pulang”. Suasana sangat gelap lampu di kamar sengaja tak boleh dihidupkan sepatu kami diacak-acak sampai tertukar dan yang sadisnya lagi aku hanya diberi waktu 20 detik.Spontan ak cepat –cepat mengemaskan barang-barang ku.Sampai di lapangan aku baru tersadar kalau selimut dan bantal ku tertinggal.Sepatu pantople ku pun tertukar dengan teman 1 kelompok ku sendiri.

Sampai di lapangan ternyata beberapa teman saya yang akan dipulangkan sudah berkumpul di depan tiang bendera. Rasa takut,kecewa,amarah,sedih semua aku rasakan saat kak trik menyuruh kami ke depan pintu gerbang untuk pulang. Dimana saat itu semua teman-teman q sudah kembali ke kamar mereka msaing-masing dan tidur. Kami yang akan dipulangkan pun dibariskan berbanjar dan dibentak-bentak. Sampai pada akhirnya kak cristian memanggil saya dan kak dwina untuk baris di depan nya. Kak cristian bertnya kepada ak “ kenapa kamu dipulangkan ?” spontan ak langsung menjawab “siap karena lelet menghabisi kacang ijo kak” kak cristian pun menjawab “bsok kamu mau mengabiskan nya tepat waktu ?” spontan saya menjawab “siap saya akan berusaha kak” kak cristian trus bertanya “kamu siap atau tidak ?! “ spontan ak menjawab dengan semangat “siap ia kak” kak cristian pun kembali bertanya “jika kamu tidak menghabiskannya lagi apa konsekuensi yang akan kamu terima ?” spontan ak menjawab “ siap saya siap dipulangkan dari camp ini “ . kak cristian lalu menyuruh kak ade maheswari menghantarkan ak ke kamar dan membantu membawa barang bawaan q. Saat ak sudah mulai berjalan beberapa langkah kak cristian kembali memanggil q , spontan ak pun berbalik badan dan bertanya “ada apa kak ?” kak cristian hanya menjawab “kakak gak mau liat kamu nangis lagi , kakak gak mau liat kamu cengeng,mulai besok dan seterusnya kamu gak boleh cengeng,mengerti ?” dengan nada semangat ak menjawab “siap mengerti kak”.

Di perjalanan menuju kamar ak tak henti-henti nya mengucapkan terima kasih kepada kak ade maheswari. Sampai akhirnya di kamar , kak ade menyalakan lampu nya untuk saya merapikan tempat tidur q. selesai itu kak ade langsung meninggalkan kamar q dan menuju ke panitia yang lainnya. Saat kak ade pergi  Luh de teman satu tempat tidur q sekaligus sahabat q itu bertanya tanya apa yang terjadi pada q ? ak hanya bias menangis menceritakan semua nya kepada dya. Eeehhhmmm waktu sudah malam sebaiknya ak memanfaatkan waktu q untuk tidur karena esok hari pagi-pagi buta ak dan teman-teman sudah memulai kegiatan.


PUDIKLAT INI TAK AKAN PERNAH AKU LUPAKAN KARENA DI SANA TEMPAT AKU BERKUMPUL , BERTEMU , BERCANDA , BERSEDIH DAN BERBAGI CERITA BAIK ANTARA PANITIA MAUPUN SESAMA PESERTA. MEMORY OF PUSDIKLAT 2012 YANG TIDAK AKAN AKU LUPAKAN.


Nama             : Manik Cahyaning Dewi

Angkatan       : 10

Asal sekolah  : SMPN 4 Denpasar

SMP Negeri 4 Denpasar, Jl Gunung Agung, Denpasar, Bali | (0361) 422 486 |

E-mail : paskibrasmpnempat@gmail.com

 

 
Make a Free Website with Yola.