Pukul 2 pagi mungkin saat itu ak
dan teman-teman terbangun . Kami terbangun bukan karena tidak bisa tidur tpi
karena terbangun saat mendengar suara panitia PUSDIKLAT yang berteriak keras
dengan penuh rasa amarah ke kamar kami. Bagaimana kami tidak terbangun ? suara
itu sangat keras. “woe cepat..,bangun..,bangun..,keluar cepat..!!!” kata salah
satu sillid bang . Kami berjalan dengan penuh rasa kegelisahan dalam kegelapan. Semua peserta
bercepat cepatan untuk sampai di lapangan dan langsung berbaris sesuai kelompok
mereka masing-masing.
“kamu maju..,kamu maju..,kamu maju..
!” kata salah satu panitia. Mereka yang tidak menggunakan baju tidur atau baju
rumah akan di suruh maju ke depan. Terdengar jelas semua suara-suara itu ,
mulai dari tangisan peserta,amarah panitia,tawa panitia semua sangat jelas kami
rasakan. Semua yang tertangkap sedang tidak menggunakan baju tidur atau yang
menggunakan sepatu segara diberitahukan untuk menerima hukuman , mereka harus
push up dengan hitungan panitia . Jangan menangis,hanya itu kunci agar kami
tidak pulang.
Saat saya melihat teman-teman
saya terhukum ad 1 silid bank yang memanggil saya dan 2 teman saya lainnya.
Sampai di hadapan mereka kami bertiga langsung dibentak,dihukum,diceramahi. Apa
? aku dan kedua teman ku benar-benar tak menyangka bahwa kami bertiga dituduh
menggoda salah satu senior kami. “perempuan ganjen” kata slah satu silid bank
dengan nada membentak. Jujur saat itu ak ingin menentangnya,aku ingin berkata
yang sebenarnya terjadi,tpi apa daya jika kami membela diri malah hukuman yang
kami dapat.Kami tidak ad menggoda kak wisnu namun saat makan pagi itu , kak
wisnu bertanya kepada kami :”kuat dik ?” kami spontan menjawab “siap kak,tidak
kuat,kalau kami makan rasanya makanannya ingin keluar lgi”. Kak wisnu pun kembali
menjawab :”ya udh habisin aj,dari pada kalian dihukum”. Apakah itu yang nama
nya menggoda ? dalam hati q tak menerima tuduhan itu sama sekali. Setelah silid
bank pergi kami pikir penderitaan kami akan berakhir pada malam itu,namun
malang nasib kami tiba-tiba datanglah kak ade maheswari selaku sie konsumsi dan
kak anggara selaku sie perlengkapan. Dari kak ade kami hanya mendapatkan
bentakan yang menurut saya pantas saya dapatkan karena lambat menghabisi kacang
ijo.Saat kak anggara memberi komentar,mungkin dewi keberuntungan tidak berpihak
kepada ku. Aku diomeli habis-habisan dibentak-bentak gara-gara hanya sebuah
piring plastik.Spontan karena saking kerasnya suara kak anggara membentak ku
akhirnya panitia yang lainnya pun ikut mendekat dan membentak ku habis-habisan.
Ingin melawan tapi apa daya
biarpun saya membela diri habis-habisan hasil nya pasti akan sama,panitia yang
selalu benar. Sampai air mata ku tidak bisa dibenung lagi,akhirnya air mata ku
pun menetes juga.Saat itu juga aku langsung disuruh mengambil tas untuk
pulang.Dengan segera saya pun masuk ke kamar untuk mengambil tas,namun naas di
depan kamar aku bertemu dengan kak DP,kak DP langsung bertanya kepada saya :”mw
ngapaind ?” spontan saya menjawab dengan nada rilih karena air mata saya msih
menggenang “siap,di suruh ngambil tas kak di suruh pulang”. Suasana sangat
gelap lampu di kamar sengaja tak boleh dihidupkan sepatu kami diacak-acak
sampai tertukar dan yang sadisnya lagi aku hanya diberi waktu 20 detik.Spontan
ak cepat –cepat mengemaskan barang-barang ku.Sampai di lapangan aku baru
tersadar kalau selimut dan bantal ku tertinggal.Sepatu pantople ku pun tertukar
dengan teman 1 kelompok ku sendiri.
Sampai di lapangan ternyata
beberapa teman saya yang akan dipulangkan sudah berkumpul di depan tiang
bendera. Rasa takut,kecewa,amarah,sedih semua aku rasakan saat kak trik
menyuruh kami ke depan pintu gerbang untuk pulang. Dimana saat itu semua
teman-teman q sudah kembali ke kamar mereka msaing-masing dan tidur. Kami yang
akan dipulangkan pun dibariskan berbanjar dan dibentak-bentak. Sampai pada
akhirnya kak cristian memanggil saya dan kak dwina untuk baris di depan nya.
Kak cristian bertnya kepada ak “ kenapa kamu dipulangkan ?” spontan ak langsung
menjawab “siap karena lelet menghabisi kacang ijo kak” kak cristian pun
menjawab “bsok kamu mau mengabiskan nya tepat waktu ?” spontan saya menjawab
“siap saya akan berusaha kak” kak cristian trus bertanya “kamu siap atau tidak
?! “ spontan ak menjawab dengan semangat “siap ia kak” kak cristian pun kembali
bertanya “jika kamu tidak menghabiskannya lagi apa konsekuensi yang akan kamu
terima ?” spontan ak menjawab “ siap saya siap dipulangkan dari camp ini “ .
kak cristian lalu menyuruh kak ade maheswari menghantarkan ak ke kamar dan
membantu membawa barang bawaan q. Saat ak sudah mulai berjalan beberapa langkah
kak cristian kembali memanggil q , spontan ak pun berbalik badan dan bertanya
“ada apa kak ?” kak cristian hanya menjawab “kakak gak mau liat kamu nangis
lagi , kakak gak mau liat kamu cengeng,mulai besok dan seterusnya kamu gak
boleh cengeng,mengerti ?” dengan nada semangat ak menjawab “siap mengerti kak”.
Di perjalanan menuju kamar ak
tak henti-henti nya mengucapkan terima kasih kepada kak ade maheswari. Sampai
akhirnya di kamar , kak ade menyalakan lampu nya untuk saya merapikan tempat
tidur q. selesai itu kak ade langsung meninggalkan kamar q dan menuju ke
panitia yang lainnya. Saat kak ade pergi
Luh de teman satu tempat tidur q sekaligus sahabat q itu bertanya tanya
apa yang terjadi pada q ? ak hanya bias menangis menceritakan semua nya kepada
dya. Eeehhhmmm waktu sudah malam sebaiknya ak memanfaatkan waktu q untuk tidur
karena esok hari pagi-pagi buta ak dan teman-teman sudah memulai kegiatan.
PUDIKLAT INI TAK AKAN
PERNAH AKU LUPAKAN KARENA DI SANA TEMPAT AKU BERKUMPUL , BERTEMU , BERCANDA ,
BERSEDIH DAN BERBAGI CERITA BAIK ANTARA PANITIA MAUPUN SESAMA PESERTA. MEMORY
OF PUSDIKLAT 2012 YANG TIDAK AKAN AKU LUPAKAN.
Nama :
Manik Cahyaning Dewi
Angkatan : 10
Asal sekolah : SMPN 4
Denpasar