BERAWAL
DARI HARAPAN DAN DEDIKASI, BUKAN SEKEDAR TRADISI
Kuda mesin berlalu lalang di
jalanan. Menatap heran pada kumpulan bocah yang melangkahkan kaki dengan
riang. Tangan kecil mereka tak lelah
menjinjing kantong plastik yang berisi tujuan mulia sebagai wujud pengabdian
bagi Negara.
SMP Negeri 7 Denpasar adalah salah
satu sekolah menengah pertama yang memiliki ekstra Paskibra. Ekstra ini telah
berkembang sejak tahun 1989 silam yang diprakarsai oleh Yosi Eko Pratomo. 23
tahun sudah Paskibra SMP Negeri 7 Denpasar berusaha mempertahankan kualitas dan
eksistensi kegiatan maupun lulusannya.
Menghasilkan lulusan yang
berkualitas merupakan salah satu visi Paskibra SMP Negeri 7 Denpasar. Untuk
merealisasikan hal tersebut, diadakanlah pelatihan bagi anggota Paskibra SMP
Negeri 7 Denpasar yang lebih dikenal dengan Pusdiklat (Pusat Pendidikan dan
Latihan) yang diadakan setiap dua tahun sekali.
Pusdiklat SMP Negeri 7 Denpasar pernah
bekerja sama dengan beberapa sekolah,
seperti SMA Negeri 5 Denpasar dan SMP PGRI 11 Badung (SMP PGRI 1
Denpasar). Kini Pusdiklat telah bekerja sama dan mempererat tali persaudaraan
dengan Paskibra SMP Negeri 4 Denpasar dan Paskibra SMP Sapta Andika Denpasar.
Tahun ini Pusdiklat Gabungan tersebut kembali diadakan di SMP Negeri 7 Denpasar.
Krisna D. Putra adalah dalang
dibalik terselenggaranya Pusdiklat Gabungan 2012. Mahasiswa Teknik Elektro
Universitas Udayana ini dipercaya memimpin acara dua tahunan Paskibra SMPN 7
Denpasar, Paskibra SMPN 4 Denpasar dan Paskibra SMP Sapta Andika. Pusdiklat
Gabungan 2012 diadakan mulai tanggal 24 Juni 2012 sampai 28 Juni 2012 dengan
mengambil tema “Melalui Pusdiklat Gabungan 2012 Kita Wujudkan Generasi Muda
yang Disiplin, Kreatif serta Berkarakter dalam Menghadapi Era Globalisasi”.
Krisna, begitu ia biasa dipanggil mengaku, “Tema ini dipilih beranjak dari
kepedulian kita terhadap generasi muda. Kita berharap mereka tidak tumbuh
menjadi pribadi yang manja dan mudah menyerah. Di sini kita melatih mereka
lebih disiplin baik waktu maupun tingkah laku.” Secara umum, Pusdiklat Gabungan
2012 berharap dapat melahirkan lulusan yang dapat mengabdi bagi dirinya sendiri
maupun bagi masyarakat.
Berbagai acara diadakan dalam
kegiatan ini, diantaranya seminar dari beberapa narasumber (KOREM 163/Wira
Satya, Badan Narkotika Nasional, KISARA dan Badan Perbenihan Tanaman Hutan), pelatihan
baris berbaris oleh KOREM 163/Wira Satya, penghijauan dan bakti sosial.
Penghijauan dan bakti sosial adalah
kegiatan yang menjadi bukti pengabdian Paskibra SMPN 7 Denpasar, SMPN 4 Denpasar
dan SMP Sapta Andika Denpasar terhadap lingkungan sekitar. “Kegiatan ini kita
pilih untuk mengajak remaja khususnya peserta Pusdiklat Gabungan 2012 untuk
peduli terhadap lingkungan sekitar. Dalam kegiatan ini kita menyebar 500 bibit
yang terbagi dalam tiga jenis tanaman. 150 bibit geladak tiang, 50 bibit
cempaka Sulawesi, 300 bibit majegau.” jelas Krisna. Bibit ini disebar ke
wilayah Perumnas Monang-Maning, yaitu SD 19 Pemecutan, SD 26 Pemecutan, SD 32
Pemecutan, Banjar Sapta Bumi dan Pura Kemuda Sari, Desa Tegal Kerta. Pura
Kemuda Sari adalah tempat utama kita melakukan penghijauan dan bakti sosial. Di
dalam tempat ibadah tersebut, para peserta bekerja sama menanam dan melakukan
upaya pembersihan dengan tujuan melestarikan lingkungan.
Ditanya mengenai harapan secara
umum, Krisna berkata, “Semoga Pusdiklat ini dapat berlangsung tiap tahunnya dan
kegiatan ini tidak hanya menjadi sebuah tradisi namun dapat memberi dampak
positif bagi generasi muda dan masyarakat”. Semoga dengan kegiatan yang telah
berhasil kita laksanakan ini dapat menjadi bekal yang berguna bagi peserta
Pusdiklat Gabungan 2012 dan meningkatkan kepedulian kita terhadap lingkungan.( Wiyata Mandala, 24 Agustus 2012 )